• Wisata Edukasi Anak

  • Lomba Mewarnai Tingkat SD Se-Kabupaten Pemalang di Zatobay

  • Sosialisasi di TK. Putra VII Bojongbata Pemalang

  • Sosialisasi di ABA III Bojongbata Pemalang

  • Pengenalan Satwa di Zatobay

  • Personil Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS)

Minggu, 08 Maret 2015

Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS) Bagi Bibit Pohon Sosialisasikan Tentang Pelestarian



























Pemalang - Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS) ; terus melakukan upaya sosialisasi khususnya generasi penerus siswa-siswi tingkat TK sampai SMA dan masyarakat umumnya tentang pengetahuan untuk cinta terhadap satwa, alam dan lingkungan.

Dihadapan para siswa-siswi, guru dan orang tua wali murid PAUD/TK Aisyiyah procot slawi tegal, Lembaga PAS menerangkan bagaimana cara untuk menjaga lingkungan yaitu dengan budaya menanam satu pohon sejak dini, peran satu pohon terhadap kehidupan umat manusia sangat besar karena dari satu pohon dapat mencegah bencana alam seperti tanah longsor, banjir serta membuat lingkungan sekitar kita mempunyai udara yang bersih dan nyaman untuk ditinggali, kegiatan yang dilaksanakan di Wanawisata WTS.BU.Ruslani Pemalang menarik banyak perhatian para siswa, guru dan orang tua wali karena dalam kegiatan sosialisasi ini lembaga PAS, membawa beberapa satwa yang langsung berinteraksi dengan siswa.

Sie.Bidang Konservasi Lembaga PAS, Muh. Muanas Salim mengatakan, Lembaga yang sudah berdiri selama 7 bulan akan selalu komitmen melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengetahuan dunia binatang dan kegiatan pelestarian lingkungan. “Ini akan selalu di agendakan khususnya pada para pelajar dari tingkat TK – SMA, sosialisasi juga kami lakukan didunia maya dengan lembaga membuat sebuah blog http://paslesatari.blogspot.com  yang merelease semua kegiatan lembaga dan group fb https://www.facebook.com/groups/LPSPsatwa/ sebagai media bertukar informasi terhadap kegiatan lembaga “ujar Muh. Anas salim, Minggu (08/03/2015) di lokasi wisata.

Muh. Muanas Salim menambahkan, pelajar dari tingkat TK – SMA merupakan bidikan usia yang mudah dibentuk , apa yang mereka dengar dan pelajari dicontohkan secara langsung biasanya akan diingat selalu, kelak diajarkan kepada yang lain dibawahnya. Oleh karenanya jika melakukan sosialisasi terhadap mereka ini bisa menjadi generasi pelestari yang cinta dan peduli terhadap satwa dan lingkungan, seperti misi program lembaga PAS yaitu membentuk generasi pelestari dengan 3 program ; Sosialisai, Edukasi, Konservasi.

Pendamping Lembaga PAS yang juga sebagai PEH Pelaksana SKW II Pemalang  Balai Konservasi Sumberdaya Alam, Anita Lusiawati menambahkan langkah konservasi yang dilakukan lembaga PAS yaitu kearah prilaku dan kebiasan. Ketika prilaku yang tidak baik itu tidak dirubah maka kebiasaan itu akan berlanjut. Sebagai contoh seseorang yang telah membunuh seekor tikus, sudah jelas-jelas tikus itu mati, tetapi karena sudah terbawa kebiasaan tikus itu ditaruh dijalan dengan harapan bisa terlindas oleh kendaraan. “prilaku yang seperti ini yang harus dirubah” kata Anita.

Keberadaan lembaga PAS yang sudah melakukan road show keberbagai sekolah, ke masyarakat merupakan cikal bakal lembaga-lembaga pemerhati alam dan satwa yang ada di pemalang yang juga memberi contoh kepada komunitas-komunitas pencinta satwa serta memberikan kontrol dan arahan terhadap satwa-satwa yang terkadang dijadikan koleksi. Ini sangat membantu peran BKSDA dalam tupoksinya. 

Dalam kegitan sosialisasi ini selain membagikan beberapa bibit pohon kepada pihak sekolah, lembaga PAS juga mengenalkan kepada siswa-siswi beberapa satwa seperti ; Burung hantu jenis Bufy Fish Owl, ular retic sumatra, kucing persia, musang pandan, otter (lingsang), sugar glider (satwa endemik papua), dan kelinci jenis lion, kesemuanya satwa yang dibawa adalah satwa jinak yang bisa diajak interaksi secara langsung dengan siswa.


Penyerahan bibit pohon langka kepada Guru untuk ditanam dan diajarkan kepada siswa tentang pentingnya satu pohon bagi kehidupan



Senyum sapa Guru siswa ; memberikan apresiasi dukungan terhadap program penghijauan lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS)

 Salah satu sesion yang menarik banyak perhatian siswa-siswi dan wali murid "Interaksi secara langsung dengan satwa PAS



 Ngga banyak yang mendekat untuk satwa jenis ini, tapi buat sahabat PAS "ini adalah Teman.



 Sambil interaksi secara langsung satwa dengan siswa "Elman Prasetyo ; menjelaskan jenis satwa, habitat, jenis makanan, dan persebarannya

 


 Sama-sama pakai kacamata.


Elman Prasetyo ; ( sumber // kegiatan sosialisasi lembaga PAS)
Salam Lestari :)

Kamis, 22 Januari 2015

STOP Perdagangan Primata Indonesia - Sahabat ProFauna Galangkan Gerakan Hari Primata Indonesia



























Di dunia terdapat sekitar 200 jenis primata (bangsa kera dan monyet) dan 40 jenis atau hampir 25 % diantaranya hidup di Indonesia. Namun sayangnya 70% primata Indonesia tersebut terancam punah akibat berkurang atau rusaknya habitat primata dan penangkapan illegal untuk diperdagangkan.Pada tahun 2000 badan konservasi internasional IUCN menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam punah di dunia. Dari 25 jenis primata tersebut, 4 diantaranya adalah primata asal Indonesia yaitu Orangutan sumatera (Pongo abelii), Tarsius Siau (Tarsius tumpara), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Simakubo (Simias cocolor). Primata tersebut akan benar-benar punah dari alam jika tidak ada upaya nyata untuk menyelamatkannya.

Primata mempunyai peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Banyak jenis primata yang menjadi indikator tentang kondisi hutan atau ekosistem yang masih bagus. Primata seperti orangutan, owa, bekantan dan tarsius juga bisa menjadi obyek wisata alam yang menarik, yang akan mendatangkan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat sekitar habitat primata itu.

Meskipun primata mempunyai banyak kemiripan dengan manusia (catatan: manusia secara taxonomi juga masuk dalam bangsa primata), nasib primata Indonesia semakin mengenaskan. Selain terus menerus kehilangan habitatnya, primata mendapat ancaman serius dari perdagangan primata. Ribuan primata Indonesia setiap tahunnya ditangkap dari alam untuk diperdagangkan.


Mengapa perdagangan primata menjadi masalah serius?

  • Sebagian besar, lebih dari 95% primata yang diperdagangkan itu hasil tangkapan dari alam
  • Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali kejam dan penuh dengan tindakan kekerasan. Ada banyak primata yang mati dalam proses perdagangan primata ini.
  • Kukang yang diperdagangkan itu banyak yang sudah dicabuti gigi taringnya oleh pemburu, ini untuk memberi kesan bahwa kukang adalah binatang yang jinak dan tidak menggigit. Pencabutan gigi itu dilakukan dengan menggunakan alat penjepit (tang) dan kemudian sambil giginya dijepit dengan tang, kukang tersebut diputar-putar hingga giginya lepas. Pencabutan gigi ini seringkali menyebabkan infeksi dan kematian bagi kukang.
  • Tahukah anda bahwa dibalik kelucuan monyet yang digunakan untuk topeng monyet itu ternyata menyimpan kekejaman? Monyet yang digunakan untuk topeng monyet itu dilatih dengan cara kejam dan kekerasan. Monyet itu digantung dengan posisi kepala di bawah selama berbulan bulan untuk membuat monyet tersebut menurut. Monyet juga dibuat kelaparan, jika monyet tersebut menuruti perintah pelatih baru monyet tersebut diberi makan.
  • Di beberapa daerah primata itu dijual dagingnya atau otaknya dengan alasan sebagai obat. Ini adalan alasan yang sama sekali tidak mendasar, karena tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa daging primata itu bisa menyembuhkan penyakit. Penyajian makanan dari daging primata itu seringkali juga mengerikan karena primata tersebut dibakar hidup-hidup bahkan ada juga yang disedot otaknya dalam kondisi masih hidup!
  • Sebagian besar primata yang dipelihara oleh masyarakat di rumah itu dalam kondisi yang buruk, seperti mendapatkan makanan yang tidak sesuai, kandang yang sempit atau tanpa teman.
  • Kebanyakan primata yang dijual itu masih kecil yang masih terlihat lucu, ketika beranjak besar primata itu dianggap tidak lucu lagi dan membahayakan, sehingga seringkali orang melepas primata itu dengan sembarangan atau bahkan membunuhnya.
  • Karena primata yang dipelihara itu dalam kondisi buruk, sangat rawan terjadi penularan penyakit dari primata ke manusia (zoonosis), seperti hepatitis, TBC, herpes, asma dll.

Mengapa perlu ada Hari Primata Indonesia?

Pelestarian primata Indonesia dan habitatnya memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Perlu adanya kesadaran masyarakat bahwa primata itu bukanlah satwa peliharaan, karena hobby memelihara primata ini yang turut memberikan andil bagi kepunahan primata. Masyarakat juga perlu sadar bahwa melestarikan primata itu juga perlu melestarikan habitat mereka. Melestarikan habitat primata seperti hutan juga akan memberikan keuntungan ekologi dan ekonomi bagi manusia.

Untuk itu ProFauna Indonesia menggagas Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. Peringatan hari primata Indonesia itu diharapkan juga untuk mengingatkan pemerintah akan pentingnya perlindungan primata dan habitatnya.

Sejarah Hari Primata Indonesia

Hari primata Indonesia diperingati setiap tanggal 30 Januari. Tanggal tersebut dipilih karena pada bulan Januari tahun 2001 ProFauna pernah melakukan kampanye besar bernama "Primate Freedom Tour". Dalam kampanye itu aktivis ProFauna keliling kota-kota di Jawa dan Bali untuk mempromosikan perlindungan primata Indonesia. Kampanye ProFauna itulah yang kemudian banyak memberikan insirasi bagi orang atau kelompok lain untuk juga melakukan kampanye primata Indonesia.

Ayo ikut merayakan Hari Primata indonesia!

Anda dan kelompok anda juga bisa turut merayakan Hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari. Caranya adalah dengan melakukan kampanye di pusat keramaian kota atau di kampus anda sambil membawa poster yaang berisikan pesan perlindungan primata Indonesia. Disain poster tersebut akan disiapkan oleh ProFauna, anda tinggal mencetaknya secara mandiri.

Ayo secara serentak pada tanggal 30 Januari kita semuanya melakukan kampanye primata dengan membawa poster dan spanduk yang telah disiapkan ProFauna. Jangan lupa untuk memfoto aksi anda itu dikirim ke ProFauna via email untuk kami posting di website ProFauna.

Tema Hari Primata Indonesia untuk tahun 2014 ini adalah "Stop Perdagangan Primata Indonesia". Saatnya kita bersuara untuk primata Indonesia! Ayo gabung!

Bagi ada yang berminat ikut merayakan Hari Primata Indonesia, silahkan hubungi Swasti Prawidya Mukti di email: international@profauna.net atau Hp 08563693611.

Salam Rimba Lestari.

sumber : http://www.profauna.net
Elman Prasetyo - Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS)

Senin, 05 Januari 2015

Semakin di Percaya PAS Berpartisipasi dalam Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM)


Keberadaan lahan dan sumber daya air merupakan aspek penting dan strategis dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Akan tetapi persoalan lahan kritis dan sumber daya air (SDA) di Indonesia sampai saat sekarang terus terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk dan terus berlangsungnya kegiatan pembangunan. Persoalan lahan kritis akan berakibat pada terjadinya erosi dan pendangkalan aliran sungai, tidak mampunya lahan untuk menyimpan air, terjadinya banjir di daerah hilir sungai, lahan menjadi tidak produktif, dan akibat selanjutnya mendegradasi produktivitas kehidupan.

Upaya penangan lahan kritis yang telah dilakukan selama ini telah membawa hasil, akan tetapi tampaknya hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan kecepatan berkembangnya kerusakan lahan kritis yang terjadi. Untuk itu usaha yang perlu terus dilakukan yaitu mengembangkan kegiatan penanganan lahan kritis dan sumber daya air yang berbasis pada kegiatan masyarakat (community based development). 

Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM) merupakan program fasilitasi dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri untuk pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan program penanganan lahan kritis dan sumber daya air. 

Tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki lahan berpotensi kritis menjadi lahan produktif yang menghasilkan nilai ekonomis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan melibatkan kerjasama dengan multipihak (pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan LSM). 

Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS), Pada program kegiatan PLKSDA – BM bersama teman-teman lembaga swadaya lain serta beberapa Instansi Pemerintah terkait , melakukan aksi bersama-sama berpartisipasi dalam Penanaman Pohon Lahan Kritis di Desa Nyalembeng Kec.Pulosari Kab.Pemalang dengan luas lahan 10 HA.

Kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung, serta belajar bahwa bencana alam longsor yang pernah terjadi dibanjarnegara salah satu penyebab faktornya adalah lahan yang gundul tanpa ditumbuhi pohon-pohon dengan akar yang bisa menyangga tanah.

Harapan besar adalah, lahan-lahan kritis yang ada diwilayah Kab.Pemalang ,bisa dikelola bersama-sama dengan masyarakat , agar lestarinya lingkungan tetap terjaga. (M,Anas Salim)


Salam Rimba Lestari,








Sabtu, 27 Desember 2014

Tahukah Kamu Dimana Letak Paru-paru Dunia ?



Kita boleh apatis/muak dengan Pemerintah, tapi jangan pernah menghina nama negara beserta simbol-simbolnya. Sebuah Bangsa ibarat sebuah kapal, sedangkan pemerintah adalah nahkoda, so tinggal nahkodanya mau membawa kemana. Kita tetap cinta Indonesia! 

Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS) - Letak paru-paru dunia ternyata ada di Indonesia lho. Paru-paru dunia adalah sebutan untuk sebuah tempat yang memiliki bayak pohon, dan hutan. Disebut paru-paru dunia karena manusia membutuhkan banyak pohon untuk menghasilkan Oksigen. 

Dan 70 persennya paru-paru dunia ada di Indonesia, tepatnya di Papua.

Pulau papua sangatlah indah sahabat orbit, sampai orang-orang diseluruh dunia menyebutnya surga dunia. Tak banyak hutan asli tersisa di tanah air, hanya hutan papua yang masih utuh. Saat ini luas hutan yang tersisa di Papua mencapai 30 juta hektar. Wilayah paling timur di Indonesia ini merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam dengan nilai keunikannya yang khas.

Papua menjadi penyumbang utama keanekaragaman hayati Indonesia baik dalam tingkat keragamanannya maupun keendemikannya. Diperkirakan ada 602 jenis burung, 223 jenis mamalia, 223 jenis reptil dan 1030 jenis tumbuhan hidup di belantara Papua. Ada lebih dari tiga lusin spesies dalam keluarga Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Di Indonesia kita menyebutnya dengan burung cendrawasih.

Selain cendrawasih, ada jenis endemic lain yang terdapat di Tanah Papua, yaitu kuskus bermata biru yang ditemukan pada tahun 2004 di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Pada bagian barat Papua, di kabupaten Raja Ampat, terhampar 610 pulau tepat di jantung segitiga karang dunia. Di tempat ini di temukan 450 jenis karang yang mencakup 75% jenis terumbu karang. Selain itu ditemukan 700 jenis moluska dan 283 jenis ikan. Bahkan di tahun 2005.

Di Papua Barat, tepatnya di Bintuni, terhampar gugusan ekosistem mangrove seluas 77,1 % dari total mangrove Indonesia. Waaaaaw.

Papua dengan segala bentuk keragaman hayati dan kekhasan alamnya patut menjadi kebanggaan kita semua. Tidak ada alasan untuk tidak menjaga hutan alam Papua agar tetap lestari. Mari kita jaga dan lestarikan hutan kita yaa.

Benar adanya ungkapan " Membuat Dunia Kiamat Cukup dengan Menghancurkan Alam Indonesia", seperti halnya Manusia jika Paru-parunya diangkat pasti mati!

Mari Jaga Bersama Alam Hutan berserta Flora Fauna Indonesia.
Salam Rimba Lestari ! :) 


Bersahabat dengan Alam adalah kebiasaan yang sangat luhur untuk bersama-sama menjaga kekayaan Alam Indonesia - Hutan beserta Flora-Fauna nya !