• Wisata Edukasi Anak

  • Lomba Mewarnai Tingkat SD Se-Kabupaten Pemalang di Zatobay

  • Sosialisasi di TK. Putra VII Bojongbata Pemalang

  • Sosialisasi di ABA III Bojongbata Pemalang

  • Pengenalan Satwa di Zatobay

  • Personil Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS)

Kamis, 22 Januari 2015

STOP Perdagangan Primata Indonesia - Sahabat ProFauna Galangkan Gerakan Hari Primata Indonesia



























Di dunia terdapat sekitar 200 jenis primata (bangsa kera dan monyet) dan 40 jenis atau hampir 25 % diantaranya hidup di Indonesia. Namun sayangnya 70% primata Indonesia tersebut terancam punah akibat berkurang atau rusaknya habitat primata dan penangkapan illegal untuk diperdagangkan.Pada tahun 2000 badan konservasi internasional IUCN menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam punah di dunia. Dari 25 jenis primata tersebut, 4 diantaranya adalah primata asal Indonesia yaitu Orangutan sumatera (Pongo abelii), Tarsius Siau (Tarsius tumpara), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan Simakubo (Simias cocolor). Primata tersebut akan benar-benar punah dari alam jika tidak ada upaya nyata untuk menyelamatkannya.

Primata mempunyai peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Banyak jenis primata yang menjadi indikator tentang kondisi hutan atau ekosistem yang masih bagus. Primata seperti orangutan, owa, bekantan dan tarsius juga bisa menjadi obyek wisata alam yang menarik, yang akan mendatangkan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakat sekitar habitat primata itu.

Meskipun primata mempunyai banyak kemiripan dengan manusia (catatan: manusia secara taxonomi juga masuk dalam bangsa primata), nasib primata Indonesia semakin mengenaskan. Selain terus menerus kehilangan habitatnya, primata mendapat ancaman serius dari perdagangan primata. Ribuan primata Indonesia setiap tahunnya ditangkap dari alam untuk diperdagangkan.


Mengapa perdagangan primata menjadi masalah serius?

  • Sebagian besar, lebih dari 95% primata yang diperdagangkan itu hasil tangkapan dari alam
  • Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali kejam dan penuh dengan tindakan kekerasan. Ada banyak primata yang mati dalam proses perdagangan primata ini.
  • Kukang yang diperdagangkan itu banyak yang sudah dicabuti gigi taringnya oleh pemburu, ini untuk memberi kesan bahwa kukang adalah binatang yang jinak dan tidak menggigit. Pencabutan gigi itu dilakukan dengan menggunakan alat penjepit (tang) dan kemudian sambil giginya dijepit dengan tang, kukang tersebut diputar-putar hingga giginya lepas. Pencabutan gigi ini seringkali menyebabkan infeksi dan kematian bagi kukang.
  • Tahukah anda bahwa dibalik kelucuan monyet yang digunakan untuk topeng monyet itu ternyata menyimpan kekejaman? Monyet yang digunakan untuk topeng monyet itu dilatih dengan cara kejam dan kekerasan. Monyet itu digantung dengan posisi kepala di bawah selama berbulan bulan untuk membuat monyet tersebut menurut. Monyet juga dibuat kelaparan, jika monyet tersebut menuruti perintah pelatih baru monyet tersebut diberi makan.
  • Di beberapa daerah primata itu dijual dagingnya atau otaknya dengan alasan sebagai obat. Ini adalan alasan yang sama sekali tidak mendasar, karena tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa daging primata itu bisa menyembuhkan penyakit. Penyajian makanan dari daging primata itu seringkali juga mengerikan karena primata tersebut dibakar hidup-hidup bahkan ada juga yang disedot otaknya dalam kondisi masih hidup!
  • Sebagian besar primata yang dipelihara oleh masyarakat di rumah itu dalam kondisi yang buruk, seperti mendapatkan makanan yang tidak sesuai, kandang yang sempit atau tanpa teman.
  • Kebanyakan primata yang dijual itu masih kecil yang masih terlihat lucu, ketika beranjak besar primata itu dianggap tidak lucu lagi dan membahayakan, sehingga seringkali orang melepas primata itu dengan sembarangan atau bahkan membunuhnya.
  • Karena primata yang dipelihara itu dalam kondisi buruk, sangat rawan terjadi penularan penyakit dari primata ke manusia (zoonosis), seperti hepatitis, TBC, herpes, asma dll.

Mengapa perlu ada Hari Primata Indonesia?

Pelestarian primata Indonesia dan habitatnya memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Perlu adanya kesadaran masyarakat bahwa primata itu bukanlah satwa peliharaan, karena hobby memelihara primata ini yang turut memberikan andil bagi kepunahan primata. Masyarakat juga perlu sadar bahwa melestarikan primata itu juga perlu melestarikan habitat mereka. Melestarikan habitat primata seperti hutan juga akan memberikan keuntungan ekologi dan ekonomi bagi manusia.

Untuk itu ProFauna Indonesia menggagas Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. Peringatan hari primata Indonesia itu diharapkan juga untuk mengingatkan pemerintah akan pentingnya perlindungan primata dan habitatnya.

Sejarah Hari Primata Indonesia

Hari primata Indonesia diperingati setiap tanggal 30 Januari. Tanggal tersebut dipilih karena pada bulan Januari tahun 2001 ProFauna pernah melakukan kampanye besar bernama "Primate Freedom Tour". Dalam kampanye itu aktivis ProFauna keliling kota-kota di Jawa dan Bali untuk mempromosikan perlindungan primata Indonesia. Kampanye ProFauna itulah yang kemudian banyak memberikan insirasi bagi orang atau kelompok lain untuk juga melakukan kampanye primata Indonesia.

Ayo ikut merayakan Hari Primata indonesia!

Anda dan kelompok anda juga bisa turut merayakan Hari Primata Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Januari. Caranya adalah dengan melakukan kampanye di pusat keramaian kota atau di kampus anda sambil membawa poster yaang berisikan pesan perlindungan primata Indonesia. Disain poster tersebut akan disiapkan oleh ProFauna, anda tinggal mencetaknya secara mandiri.

Ayo secara serentak pada tanggal 30 Januari kita semuanya melakukan kampanye primata dengan membawa poster dan spanduk yang telah disiapkan ProFauna. Jangan lupa untuk memfoto aksi anda itu dikirim ke ProFauna via email untuk kami posting di website ProFauna.

Tema Hari Primata Indonesia untuk tahun 2014 ini adalah "Stop Perdagangan Primata Indonesia". Saatnya kita bersuara untuk primata Indonesia! Ayo gabung!

Bagi ada yang berminat ikut merayakan Hari Primata Indonesia, silahkan hubungi Swasti Prawidya Mukti di email: international@profauna.net atau Hp 08563693611.

Salam Rimba Lestari.

sumber : http://www.profauna.net
Elman Prasetyo - Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS)

Senin, 05 Januari 2015

Semakin di Percaya PAS Berpartisipasi dalam Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM)


Keberadaan lahan dan sumber daya air merupakan aspek penting dan strategis dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Akan tetapi persoalan lahan kritis dan sumber daya air (SDA) di Indonesia sampai saat sekarang terus terjadi seiring bertambahnya jumlah penduduk dan terus berlangsungnya kegiatan pembangunan. Persoalan lahan kritis akan berakibat pada terjadinya erosi dan pendangkalan aliran sungai, tidak mampunya lahan untuk menyimpan air, terjadinya banjir di daerah hilir sungai, lahan menjadi tidak produktif, dan akibat selanjutnya mendegradasi produktivitas kehidupan.

Upaya penangan lahan kritis yang telah dilakukan selama ini telah membawa hasil, akan tetapi tampaknya hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan kecepatan berkembangnya kerusakan lahan kritis yang terjadi. Untuk itu usaha yang perlu terus dilakukan yaitu mengembangkan kegiatan penanganan lahan kritis dan sumber daya air yang berbasis pada kegiatan masyarakat (community based development). 

Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM) merupakan program fasilitasi dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri untuk pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan program penanganan lahan kritis dan sumber daya air. 

Tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki lahan berpotensi kritis menjadi lahan produktif yang menghasilkan nilai ekonomis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan melibatkan kerjasama dengan multipihak (pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan LSM). 

Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS), Pada program kegiatan PLKSDA – BM bersama teman-teman lembaga swadaya lain serta beberapa Instansi Pemerintah terkait , melakukan aksi bersama-sama berpartisipasi dalam Penanaman Pohon Lahan Kritis di Desa Nyalembeng Kec.Pulosari Kab.Pemalang dengan luas lahan 10 HA.

Kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung, serta belajar bahwa bencana alam longsor yang pernah terjadi dibanjarnegara salah satu penyebab faktornya adalah lahan yang gundul tanpa ditumbuhi pohon-pohon dengan akar yang bisa menyangga tanah.

Harapan besar adalah, lahan-lahan kritis yang ada diwilayah Kab.Pemalang ,bisa dikelola bersama-sama dengan masyarakat , agar lestarinya lingkungan tetap terjaga. (M,Anas Salim)


Salam Rimba Lestari,








Sabtu, 27 Desember 2014

Tahukah Kamu Dimana Letak Paru-paru Dunia ?



Kita boleh apatis/muak dengan Pemerintah, tapi jangan pernah menghina nama negara beserta simbol-simbolnya. Sebuah Bangsa ibarat sebuah kapal, sedangkan pemerintah adalah nahkoda, so tinggal nahkodanya mau membawa kemana. Kita tetap cinta Indonesia! 

Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS) - Letak paru-paru dunia ternyata ada di Indonesia lho. Paru-paru dunia adalah sebutan untuk sebuah tempat yang memiliki bayak pohon, dan hutan. Disebut paru-paru dunia karena manusia membutuhkan banyak pohon untuk menghasilkan Oksigen. 

Dan 70 persennya paru-paru dunia ada di Indonesia, tepatnya di Papua.

Pulau papua sangatlah indah sahabat orbit, sampai orang-orang diseluruh dunia menyebutnya surga dunia. Tak banyak hutan asli tersisa di tanah air, hanya hutan papua yang masih utuh. Saat ini luas hutan yang tersisa di Papua mencapai 30 juta hektar. Wilayah paling timur di Indonesia ini merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam dengan nilai keunikannya yang khas.

Papua menjadi penyumbang utama keanekaragaman hayati Indonesia baik dalam tingkat keragamanannya maupun keendemikannya. Diperkirakan ada 602 jenis burung, 223 jenis mamalia, 223 jenis reptil dan 1030 jenis tumbuhan hidup di belantara Papua. Ada lebih dari tiga lusin spesies dalam keluarga Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Di Indonesia kita menyebutnya dengan burung cendrawasih.

Selain cendrawasih, ada jenis endemic lain yang terdapat di Tanah Papua, yaitu kuskus bermata biru yang ditemukan pada tahun 2004 di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Pada bagian barat Papua, di kabupaten Raja Ampat, terhampar 610 pulau tepat di jantung segitiga karang dunia. Di tempat ini di temukan 450 jenis karang yang mencakup 75% jenis terumbu karang. Selain itu ditemukan 700 jenis moluska dan 283 jenis ikan. Bahkan di tahun 2005.

Di Papua Barat, tepatnya di Bintuni, terhampar gugusan ekosistem mangrove seluas 77,1 % dari total mangrove Indonesia. Waaaaaw.

Papua dengan segala bentuk keragaman hayati dan kekhasan alamnya patut menjadi kebanggaan kita semua. Tidak ada alasan untuk tidak menjaga hutan alam Papua agar tetap lestari. Mari kita jaga dan lestarikan hutan kita yaa.

Benar adanya ungkapan " Membuat Dunia Kiamat Cukup dengan Menghancurkan Alam Indonesia", seperti halnya Manusia jika Paru-parunya diangkat pasti mati!

Mari Jaga Bersama Alam Hutan berserta Flora Fauna Indonesia.
Salam Rimba Lestari ! :) 


Bersahabat dengan Alam adalah kebiasaan yang sangat luhur untuk bersama-sama menjaga kekayaan Alam Indonesia - Hutan beserta Flora-Fauna nya !



Minggu, 21 Desember 2014

Bersama KLH dan Perhutani "Lembaga PAS Bentuk Kader Lingkungan di SMA PGRI 3 Randudongkal


Pemalang, Jumat (19/12/14). 
Membentuk generasi pelestari melalui kader lingkungan adalah gaung utama yang sangat penting dalam mengikutperansertakan para siswa untuk sama-sama mau menjaga lingkungan dan mencintai satwa yang negara ini miliki. melalui gerakan kader lingkungan siswa dari tingkat TK-SMA diberikan informasi, pengetahuan tentang Alam hutan beserta flora-fauna, baik persebarannya dan kondisinya. tidak hanya pengenalan namun siswa-siswi juga diajak untuk kegiatan aksi , seperti gerakan menanam pohon, pengenalan dunia konservasi, perawatan satwa dsb ,yang mana ini membantu mereka mengenal secara langsung tidak hanya teori.

Seperti Gerakan Kader Lingkungan, telah dilaksanakan di SMA PGRI 3 Randudongkal, ini adalah bentukan pertama untuk tingkat SMA, Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa (PAS) memilih SMA PGRI 3 Randudongkal Pemalang sebagai pioner untuk daerah pemalang selatan karena mengingat kondisi lingkungan daerah Randudongkal pemalang dengan kekayaan potensi alamnya benar-benar harus mulai dijaga bersama-sama dengan melibatkan semua kalangan termasuk siswa-siswi sekolah. diharapkan dengan adanya keterlibatkan siswa-siswi sekolah sebagai generasi penerus ,bisa mau mengedukasi secara bersama-sama kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Dalam kegiatan pengkaderan kali ini, hadir pula dari Kantor Lingkungan Hidup, Bpk.Rahardjo, serta dari Perhutani Pemalang, Bpk.Petter ; beliau menuturkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari kegiatan-kegiatan yang sederhana 'membuang sampah pada tempatnya, budaya menanam pohon, menjaga kebersihan sungai , adalah hal-hal yang sebenarnya sederhana, namu apabila ini selalu diterapkan pada aktifitas kegiatan kita sehari-hari, maka bukan tidak mungkin sekelilling kita pun akan mengikuti. meskipun semua butuh proses, imbuhnya.

Kantor Lingkungan Hidup Kab.Pemalang dan Perhutani memberikan support kepada Lembaga PAS  untuk kegiatan pengkaderan kader lingkungan ini, harapan terbesar agar kegiatan ini, bisa mengena ke seluruh kab.pemalang khususnya, dan luar kabupaten umumnya.

bersama-sama dengan siswa SMA PGRI 3 Randudongkal "Lembaga Pemerhati Alam dan Satwa ber YEL "SALAM RIMBA LESTARI. meramaikan satu ruang :)